Intro; Yeahh!! Hello, My First Blog! 

Warning: * TULISAN INI MENGANDUNG BAHASA ALAY!

Well, hi..!! Setelah sekian lama nggak pernah nyoba nulis lagi, akhirnya kesendirian memaksa saya untuk mengawali curhatan via blog. Hmmm.. Meski nggak tau persis apa yang bakal saya dapat dari menulis disini, at least, setidaknya.. Saya bisa menuangkan semua isi pikiran saya, uneg-uneg, dan keluhan tentang segala hal yg selama ini terpendam dihati, he he.

Dear my blog, I hope you could be my bestfriend right now to fill  this emptiness  all day long. Amiin.. *cubit!

Hish, genit banget kan gue. Wkwk.. Pake acara cubit-cubit pipi segala. Okayy.. Fine, nanti juga lo bakalan tau kenapa gue agak sedikit ganjen. Mm.. Cowo ganjen, Fuck!! Kemayu, Ewwhh! Jadi, ada satu hal yang pertama perlu kalian ketahui dari gue, iyaaaa guuee! Ha ha.

Mau tau aja, apa mau banget? —Eyyaa, teriak-teriak ala followers om tukul,gk gk gk ..*malesbanget. Yeap, jadi gak tau kenapa gue ini emang  suka banget ketawa-ketawa and nangis-nangis sendiri, bahkan kalo lagi senang banget ketawanya bisa sampai bikin gue pengen nangis. Hu hu.. Mellow banget kan? He he

Ya, gue adalah salah satu cowok yang bisa dibilang.. Mungkin memiliki sifat agak-agak sedikit kecewean–tapi bukan feminist. Hm, kurang tau juga sih bener apa nggaknya, tapiii rasanya bisa dibilang, rata-rata memang hampir 80% Ya! Gue adalah cowok yang sedikit kecewe-cewean. Punya perasaan sensitif, nggak bisa berada ditengah keributan atau marah-marah, bawel, cerewet, manja tapi romantis, sukanya yang lembut-lembut, dan mungkin lebih cocoknya sih kalo anak muda sekarang bilang.. eung.. Gue “baperan!” Ahaha, Fix.

Rupanya masalah baper ini menjadi persoalan serius buat gue. Buat mantan atasan gue yang udah bikin gue terpaksa cabut dari kantor yang lama, Thanks!! Dan buat kolega kantor gue yang kerjanya cuman modal cari muka and rese, Thanks!! Ha ha.. Shitt man, sampai gue nggak pernah bisa tau gimana cara ngendaliin sifat baperan ini sampai ke dunia kerja. Lemah mental! Cupu!! Yes, ok fine! Dan masih ada beberapa sifat gue lagi yang lain yang belom bisa gue sebutin. He

Well done, segitu aja perkenalan singkat  dari gue. Gue harap semoga perkenalan ini bisa mengawali tulisan gue untuk tulisan-tulisan berikutnya. Buat kalian yang mau kasih komen atau nge’judge or seru-seruan di’ending tulisan gue.. Monggo, silahkan!! See you on next pages. Saya arilutung mohon pamit. Cheers and wassalam!!

Advertisements

5 Cara Menghadapi Rasa Takut Sama Hantu

Hantu atau yang biasa kita sebut dengan setan adalah sosok makhluk yang dikenal menakutkan. Ada kalanya sosok tersebut digambarkan dengan wajah seram, berantakan, tidak memiliki batang hidung atau rata, berbentuk bayangan, hingga ada yang berbentuk potongan tubuh saja. 

Anehnya tidak ada yang tahu persis secara pasti kapan dan darimana asal-usul adanya makhluk menyeramkan tersebut. Kenapa sebagian dari mereka banyak yang berwajah seram juya mempunyai predikat menakutkan. Dan kedatangannya pun acap kali secara tiba-tiba, berada ditempat yang gelap, sepi, kotor dan tidak terduga. Kalau kita sering mendengar ada hantu ditempat-tempat sepi, bisa jadi, mungkin para hantu ini  memang hobi menyendiri atau lagi mengalami depresi  or galau. Ya, galau… Kaya orang baru diputusin aja gitu. Hee hee he…

Walau keberadaan dunianya dipercaya beda tipis dengan dunia manusia, namun keberadaannya selalu mengundang banyak tanya. Mungkin ini yang biasa paranormal sebut dengan makhluk gaib. Tidak terlihat namun ada, hanya pertanyaannya adalah.. apakah kehidupannya sama seperti  aktifitas kehidupan kita sehari-hari sebagai manusia? *bikin penasaran

Bicara soal hantu, memang ada sebagian orang yang percaya dan ada juga yang tidak. Dan ya, gue adalah termasuk orang yang percaya kalo hantu itu ada. Cuman sekadar percaya aja sih, nggak nelusurin lebih dalam juga tentang bagaimana kehidupannya. Ho ho.. Tapi koq, mereka selalu terkesan menakutkan yah? Dan sering banget bikin orang merinding. Apalagi buat mereka yang takut dan nggak suka nonton film-film horor. Ngedengar cerita horor aja udah ngerasa ngeriiii… takut, apalagi nonton!! Apalagiiiiii…kalau sampai ketemu atau ngeliat langsung…!! Oh no, spooky!! Owya, ada juga ding hantu yang nggak nakutin, namanya Casper. He he

Tapi bagaimana ya dengan hantu yang sering disebut kuntilanak? Yap, Gue selalu bertanya-tanya dengan makhluk gaib yang satu ini. Heran bin aneh, pasalnya hantu yang akrab dikenal dengan cewek cantik ini agak sedikit modis banget soal penampilan.. Seperti punya model rambut black colour panjang, bermata panda bak menggunakan eyeshadow hitam disekeliling matanya, terus memakai dress putih… Sebagian ada yang  rambutnya terlihat terurai lurus sebagian lagi juga ada yang berantakan, kusut atau acak-acakan, *katanya.

Ada yang tahu berapa kali hantu ini pergi ke salon buat creambath and  ngebonding rambut dalam seminggu? Bikin penasaran kan, sebenarnya shampo apa sih yang mereka pakai? Mmm.. tapi sayangnya, belom pernah ada yang menggambarkan hantu ini tampil dengan style rambut pendek ataupun berhijab. Padahal kalau kelihatan berhijab terus sambil megang kitab Al-Quran sepertinya bisa damai banget kali ya ngeliatnya. Apalagi kalau bisa pakaiannya ganti-ganti, nggak cuma itu-itu aja. Ha ha

Well, okay.. Yang jelas, gue yakin ada banyak banget tipikal hantu didunia ini yang pastinya tentu punya style dan ciri khas karakter masing-masing. Beda negara beda juga jenis hantunya. Dan level menyeramkannya pun bisa  jadi berbeda.

Nah, daripada kita ngomongin tentang jenis-jenis hantu tersebut, mendingan langsung aja kita cari tahu bagaimana sih cara menghadapi rasa takut ini apabila kita suatu saat nggak sengaja berhadapan dengan hantu tersebut. Berikut ini ada sedikit tips dan trik…. cara ampuh buat kamu supaya nggak perlu takut-takut lagi sama yang begituan;

Silahkan disimak baik-baik…

1. Jangan Panik

Keep Calm & Stay Cool!

Ya, ini adalah langkah pertama dan paling penting yang mesti kamu lakukan begitu menyadari kemunculan atas keberadaan mereka. Just, don’t panic! Bayangkan kalian sedang dalam keadaan tenang dan biasa aja. Keep stay cool! Ambil dan tarik napas sepanjang mungkin sambil tersenyum untuk mengatasinya. Cukup lirik sekali, udah gitu.. Buang muka dan okay, cukup tau aja. 

Jangan lari!! Karena jika kamu langsung lari, kamu bisa saja tersandung dan terjatuh. Sebaiknya jauhi hal yang tidak diinginkan tersebut, jatuh. Karena hanya akan mencederai tubuh kamu.

2. Pura-pura nggak tahu atau cuek

Who cares!!! 

Nah, cara ampuh kedua yang mesti kita lakuin adalah menciptakan suasana cuek atau bodo amat. Kalau dihadapan kalian tiba-tiba mendadak ada hantu, ada baiknya juga sikap yang mesti kita ambil adalah hiraukan dan tidak perlu digubris. Karena hantu seperti ini biasanya hanya sibuk untuk mencuri perhatian saja. Sebaiknya nggak perlu kalian tanggapin, perhatiin atau bahkan bertanya sekalipun. Karena mereka ini hanya ingin diperhatiin atau caper (cari perhatian). 

Cuekin aja seperti kalian nyuekin pacar kalian kalau lagi marahan atau berantem. Buatlah si hantu tersebut sebete mungkin! 

3. Berdoa 

Praying…!! As well as you can..!!

Kalau kalian pandai memanjatkan doa, ada baiknya anda segera memanjatkan doa-doa yang dapat mengusir keberadaan hantu tersebut. Boleh diucapkan dalam hati, boleh pula diucapkan dengan komat-kamit alias berbisik-bisik tanpa bersuara. Karena kalau bersuara kencang pasti akan mempengaruhi rasa takut anda. Cukup bisik-bisik saja, komat-kamit dengan tenang. 

Pada saat genting seperti ini jauhkanlah baca doa tidur dan doa mau makan.

4. Pura-pura pingsan

Oh, Nooo… I’m dead!! 

Berpura-pura pingsan atau mati seperti musang, kancil, dan tupai adalah pilihan alternatif lain jika kalian memang males mengikuti langkah-langkah pertama diatas sebelumnya. 

Pejamkan mata kalian, kemudian lekaslah bergaya seperti orang yang terkulai pingsan. Anda boleh membuka mata anda sampai merasakan keberadaan hantu tersebut pergi.

5. Pindah ke tempat yang lebih aman

Wohooo…!! Okkaayyy…!!Please, keep stay there!! 

Ini adalah langkah terakhir yang bisa anda lakukan. Ambil langkah pelan-pelan, tidak usah terburu-buru, santai saja. Langkahkan kaki ke tempat yang menurut anda sementara lebih aman dan jauh dari kemungkinan munculnya sosok hantu. Seperti tempat sembahyang, tempat lebih terang, atau tempat-tempat keramaian. 

Anggaplah hantu-hantu itu adalah  seperti barang langka yang ketika kalian bertemu dengannya adalah merupakan sesuatu yang luar biasa dan bukan hal yang menakutkan. Karena secara nggak sengaja kita sudah diberi kesempatan untuk melihat salah satu bukti kebesaran yang maha pencipta. Bukan begitu bukan?

Well, sekian tips dan trik yang bisa gue kasih. Kurang lebihnya mohon maaf, selamat mencoba! Hi hi

#YOLO, Ya owloh…!! Ampunilah Segala Dosa Kami..

Okay, baru aja tepatnya dua hari kemarin gue ngehadirin acara pemakaman teman gue yang meninggal dunia karena mengidap penyakit langka yakni Anemia Aplastik.

Anemia Aplastik? Ya, mungkin sebelumnya diantara kalian sudah ada yang pernah dengar nama penyakit langka tersebut. Penyakit ini kemunculannya tidak terprediksi atau datang secara tiba-tiba dan biasanya disebabkan karena adanya gangguan kehamilan. Atau kalau mau tahu lebih jauh lagi, secara garis besar Anemia Aplastik itu sendiri adalah kondisi dimana sumsum tulang tubuh seseorang sudah tidak lagi memproduksi sel-sel darah baru, baik itu sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan trombosit. Pada umumnya penyakit ini kerap membuat penderitanya merasa kelelahan, sulit beraktifitas, dan memaksa untuk bulak-balik rumah sakit melakukan transfusi darah berulang kali.

Namanya adalah Ayu, Setelah hampir kurang lebih 12 bulan berjuang melawan penyakit langka tersebut, Ayu, yang kondisi badannya mulai menggemuk akibat banyak berbaring pun akhirnya tutup usia selepas ia harus merelakan kepergian anaknya lebih dulu, baby Hiro–lima hari setelah dikeluarkan dalam masa kandungan tujuh bulan.

Sejatinya, kita nggak pernah tahu kapan penyakit itu bakal datang. Begitu pula dengan kematian.

Ayu yang semasa hidupnya tidak pernah lupa untuk melakukan ibadah sholat adalah termasuk teman yang kami kenal sangat ceria, baik, bersahabat, juga murah senyum. Kepergiannya seakan telah mengingatkan kita kembali akan arti pentingnya menjalani kehidupan. Yaitu, jalani kehidupan dengan berbuat kebaikan sebanyak mungkin sebagai amal dan bekal untuk kita apabila sudah tidak hidup di dunia ini lagi nanti.

Mungkin ini yang sering kita dengar dari para pemuka agama bilang dengan sebutan amal saleh. Karena senyum saja sudah merupakan sebagian dari ibadah. Begitu juga persis seperti apa yang sering dilakukan oleh Ayu, senyum. Ya, senyum yang mampu membawa kebahagiaan dan kehangatan bagi reseptor atau siapapun yang menerimanya.

 “aku pengen sembuh biar bisa puasa dan sholat Ied,”

Itulah kata-kata terakhir Ayu yang disampaikan kepada Willy suaminya, sewaktu almarhumah masih menjalani proses penyembuhan.

Perjalanan hidup Ayu cukup mengajak gue sebagai teman yang masih hidup untuk berkaca. Sejauhmana kita berbuat baik dan menjalankan kewajiban beribadah. Karena persepsi gue, dilihat dari kata-kata terakhir Ayu yang disampaikan ke suaminya… Sepertinya Ayu terlihat merasa sedih dan tidak mau jika meninggalkan kewajiban ibadah sekalipun  dirinya lagi berada dalam keadaan sakit.

Lalu, bagaimana dengan kita, kebaikan apakah yang sudah kita lakukan hari ini? Okay, sekali lagi, berlomba dalam melakukan kebaikan pun adalah salah satu hal yang sering banget dikemukakan oleh para pemuka agama. Gue akuin, gue sendiri bukan ahli atau orang yang taat sama agama. Dan… Seperti kalian tahu bahwa setiap manusia nggak pernah bisa luput dari dosa. Tapi setidaknya, ada baiknya kita meminimalisir dosa kita dengan berbagi senyuman dan mencoba perbaiki diri dengan memperbanyak ibadah, sebelum kita mati.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“….Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Q.S Ali Imran: 185)

Kisah perjalanan hidup Ayu hanyalah sebagian kecil dari banyaknya refleksi kehidupan lain yang sangat menyentuh. Semoga amal ibadah Ayu diterima Allah SWT, diampuni segala dosanya, dan ditempatkan kedalam surga-Nya. Amiin..

Salam #YOLO!

 

Single, Availabe, But Can’t Build a New Relationship Yet!


“Arrgghhhh… Udaahh kebelet bangettt pengen nikaaahhhh….!! Hiks!”

Apa daya tangan tak sampai, mungkin ini yang sering banget terdengar sama cowok atau cewek yang sudah kebelet banget pengen married, tapi belum juga kesampaian. Salah satu contohnya adalah gue. Yah, gue!

Rasa sedih bercampur cemas ketika target waktu atau harapan kita untuk menikah pada titik usia tertentu yang sudah dijadikan sebuah patokan ternyata sudah melampaui batas atau tidak kesampaian. Banyak yang bilang bahwa untuk menjadi seorang cowok umur berapa pun kalau belum menikah itu masih nggak apa-apa dan tidak masalah. Namun disatu sisi, ada juga yang berkata sebaliknya.. Dengan mengeluarkan ucapan,

“lo kapan mau nikah? Kalo gue sih nggak mau ribet, kasihan sama anak gue nanti kalo telat nikah?,” sindir seorang teman.

Yap, honestly.. usia gue saat ini sudah menginjak umur 31 th. Dan kebanyakan dari semua teman-teman seumuran gue  kurang lebih mereka sudah punya dua orang anak, mapan, karir lancar dan hidup sukses, mmm… Ya, penghasilannya sudah bisa menghidupi satu orang istri berikut dua orang anak. Dan, teman-teman gue yang sudah pada nikah ini bermacam-macam. Ada yang dengan penghasilan secukupnya dia bisa menikah, ada yang belum berpenghasilan tapi sudah menikah karena MBA–uppss! bahkan ada juga yang karirnya melejit sukses tapi sampai sekarang belom juga menikah.

Mari kita perhatikan lagi baik-baik, terkait tulisan gue sebelumnya soal ‘jodoh, cinta, dan takdir,’ masyarakat indonesia pada umumnya lebih banyak memaksakan diri untuk menikah dengan alasan menghindari zinah, prestige social, dan waktu namun apabila kita lihat dari segi kondisi finansial or kehidupan ekonominya  bisa dibilang masih banyak yang belum layak atau berada dibawah rata-rata. Maka dampaknya adalah jangan heran kalau data terakhir yang didapat berdasarkan pengadilan agama bahwa persentase angka perceraian di indonesia per tahun 2016 memasuki peringkat tertinggi di dunia yakni meningkat menjadi 80%. Dan wajib kita ketahui juga bahwa kebanyakan kasus perceraian tersebut dilakukan oleh pasangan berusia muda dibawah 35 th.

Dilema antara waktu dan kondisi finansial menjadi penentu seseorang untuk melangsungkan pernikahan.

Nikah aja dulu, nanti rezeki ngikutin,”

pepatah mayoritas orang indo yang mengandalkan kelangsungan hidup rumah tangga dari sebuah pernikahan, dengan harapan mencari keberuntungan yang bisa diraih setelah menikah meski kondisi keuangan masih tidak stabil. Ya, The most important thing to keep your relationship dalam berumah tangga is… adanya kerjasama dan menjalin komunikasi yang baik antar pasangan, kemudian bersyukur. Sayangnya, kebanyakan pasangan muda di negeri kita cuman ngebet or kebelet pengen nikah, mementingkan ego, sehingga ujungnya adalah setelah satu bulan melahirkan baby, alhasil cerai (diambil dari kisah pengalaman teman gue).

Selain kondisi keuangan, nilai kesetiaan seorang pasangan pun kemudian menjadi pemicu perceraian. Menjadi satu hal lagi yang mesti kita perhatikan baik-baik sebelum menerima lamaran pernikahan.. Apakah calon pasangan kita benar-benar orang yang baik, setia, bisa dipercaya, dan memang didatangkan oleh tuhan untuk kita.

Nah, dua hal inilah yang sebenarnya perlu kalian ketahui alasan kenapa gue belum menikah. Pacarin anak orang aja udah nggak bisa apalagi nikahin seorang perempuan. Ya, belum bisa menikahi seseorang.. Selain soal kondisi keuangan yang belum mumpuni untuk standar menjalin pernikahan, kesetiaan seorang cewek pun menjadi satu penilaian penting untuk menjalankan hubungan yang lebih serius nantinya.

Cewek yang kaya gimana sih yang cocok untuk dijadiin istri?

Yes, cewek yang cocok itu adalah yang nggak cuman sayang sama kita aja tapi juga bisa sayang sama orangtua kita, saudara-saudara kita, pengertian, dan bisa mau kerjasama dalam membina rumah tangga untuk terus menjadi lebih baik dari yang ada sebelumnya. Gue yakin tipikal cewek kaya gini masih ada terselip dibeberapa negara, termasuk negara kita tercinta, Indonesia. He he. Dan kalo kalian mau mempertanyakan soal kesetiaan tentang gue? Eung.. Doaian aja! Berharap supaya gue bisa segera nikahin seseorang yang gue mimpikan. Ha ha. Amiin..

Cheers!

Jodoh, cinta dan takdir!

The course of true love never did run smooth.”

-William Shakespeare-

Well, ini adalah sedikit curhatan gue soal ‘cinta’. Mengutip pesan yang disampai’in sama om Shakespeare, bahwa rasanya emang benar banget kalo yang namanya cinta itu nggak pernah ada yang bisa berjalan mulus sesuai dengan apa yang kita harapkan. 

Bagaimana dengan kisah cinta kalian? Pada dasarnya gue sendiri percaya bahwa tuhan sudah menanamkan rasa cinta kepada setiap umat manusia sejak lahir. Hanya saja, kita gak pernah tau berapa besar dan seberapa hebat kekuatan cinta itu sendiri menancap di hati seseorang terhadap suatu objek tertentu, baik itu orang tua, pacar, tuhannya, suami or istri, mobil kesayangan, dll… Hingga rasa akan sayang terhadap sesama manusia itu sendiri.

Tapi anehnya, cinta itu juga dapat diperoleh dimana saja bahkan bisa sampai disalahgunakan. Penyalahgunaan akan cinta? Yes, mungkin contoh konkretnya adalah orang yang merasa dikhianati oleh pasangannya karena mempunyai rasa cinta juga terhadap orang lain (selingkuh). Lalu pertanyaannya adalah, apakah menyebarkan dan memiliki rasa cinta terhadap orang lain meski kita sudah memiliki tambatan hati itu adalah salah? Menurut gue, mungkin jawabannya ada pada kata ‘sejati’. Cinta sejati yang berkaitan erat dengan ikrar, tapi ada juga cinta sejati yang tidak butuh berikrar. Mengalir aja terus gitu sampai mati, ada.

Lalu bagaimana hubungan cinta dengan sayang? Apakah cinta itu sama dengan sayang atau sayang tapi nggak begitu cinta. Seperti, gue sayang sama lo… elo.. And eloo.. and eloo juga.. Tapi cinta gue cuma sama dia! #eh. Sementara dibalik itu, cinta sejati sendiri berkaitan erat dengan kata ‘jodoh.’ Kemudian pertanyaannya adalah, sejauh mana sebuah pasangan bisa lama bertahan.. mempertahankan istilah yang mungkin pernah mereka sebut pertama kali begitu habis melangsungkan pernikahan ke teman-teman atau sodaranya bahwa kita adalah jodoh. And then, nggak lama selang beberapa bulan atau tidak lebih dari genap satu atau dua tahun pun akhirnya mereka pisah, udahan. Statusnya widowed or divorced. Apa lo masih mau bilang kalo cinta lo itu adalah jodoh?

Dan menurut gue lagi, sepasang kekasih itu baru bisa dibilang jodoh kalo termnya sudah sampai ditinggal mati. Habis itu lo cari jodoh lagi deh. Eyyaa… !! Confusing nggak sih?!

Gimana menurut lo?